PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA

ILMU ILMIAH ALAMIAH

Kamis, 16 September 2010

Pengalaman tentang Membaca Oleh Arono

Membaca merupakan suatu proses memahami informasi. Sulit atau mudahnya informasi yang kita baca tergantung dari jenis teks/buku yang kita baca. Berdasarkan pengalamn saya, saya di sini akan menguraikan membaca buku berdasarkan jenis buku yang kita baca sehingga akan berpengaruh pada strategi dan cara saya membaca, yaitu membaca buku atau bacaan ilmiah dan bacaan nonilmiah. Bacaan ilmiah seperti buku pelajaran, artikel, jurnal, esai, dan bahan ajar lainnya, sedangkan bacaan nonilmiah seperti buku-buku sastra baik berupa roman, novel, cerpen, drama, puisi, komik, dan jenis buku sastra lainnya.
Kebiasaan saya pada membaca bacaan ilmiah dilakukan berdasarkan kebutuhan, misalnya saat ingin membuat makalah untuk dipresentasikan, persiapan dalam pembelajaran, isu-isu ilmu pngetahuan terbaru, dan keingintahuan saya terhadap ilmu tertentu. Sampai saat ini dalam setiap membaca buku ilmiah, saya masih jarang menuntaskan buku yang saya baca karena saya masih membaca berdasarkan yang saya butuhkan saja. Saya menuntaskan bacaannya itu biasanya dalam beberapa minggu bahkan beberapa bulan. Hal tersebut saya lakukan karena apa yang saya butuhkan dalam bacaan itu sudah saya dapatkan sehingga saya beralih atau membaca buku yang lainnya. Begitu seterusnya secara bergantian dan berkelanjutan saya terus membaca hingga pada akhirnya bacaan itu dapat saya selesaikan.
Buku ilmiah yang saya baca, saya selalu mencoba merumuskan dalam bentuk tulisan baik proposal, penelitian, persiapan bahan ajar, makalah, ringkasan, atau sekadar kutipan karena sewaktu-waktu bisa diperlukan. Kebiasaan yang baik ini saya mencoba mempertahankannya. Walaupun ada kebiasaan saya dalam membaca yang kurang baik misalnya saya masih membaca dalam keadaan suasana santai setiap membaca buku yang saya baca dan masih jarang menuntaskan bacaan dalam target waktu yang singkat sehingga buku yang saya baca masih bermuara pada koleksi bahan bacaan.
Cara saya dalam memmbaca buku ilmiah lebih dominan saya terapkan metode SQ3R (Tarigan, 1986; Hernowo, 2003; Tampubolon, 1987). Selain itu, berdasarkan kebutuhan bahan bacaan yang say abaca, saya juga menerapkan teknik membaca pili, lompat, tatap, dan layap. Metode dan teknik ini bagi saya sangat efektif karena dapat membantu saya secara efektif dalam memahami setiap bacaan. Sebelum saya membaca saya terlebih dahulu mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan saat membaca nantinya/pramembaca, seperti alat tulis, pembatas buku, buku tulis/catatan, tempat yang nyaman dan menyenangkan. Setelah dirasa hal tersebut sudah baik, saya melakukan kegiatan membaca. Kadang kala kenyamanan saya membaca berdasarkan tempat dan waktu membaca. Kalau saya membaca di rumah saya lebih banyak memilih waktu membaca agak malam setelah anak-anak tidur atau ketika menjelang salat subuh. Saat itu saya dalam membaca menggunakan hadset dengan diringi instrumen musik atau kadangkala diringi dengan suara gemericik air menambah ketenangan saat saya membaca. Jika berada di kampus saya lebih banyak membaca di ruang baca atau perpustakaan. Saya lebih memilih suasana yang sepi dan terang.
Saat membaca, langkah pertama yang saya lakukan, yaitu survei. Saya terlebih dahulu mensurvei atau menelaah pendahuluan terhadap buku yang saya baca baik itu identitas buku maupun informasi umum buku yang saya baca. Identitas buku seperti judul buku, pengarang, tahun terbit, penerbit, dan tempat terbit, sedangkan informasi umum tentang buku, saya akan membaca bagian kata pengantar dari buku itu, biadata/biografi penulis, dan ringkasan/sinopsis buku jika ada. Informasi umum mengenai buku say abaca pada bagian kata pengantar dan daftar isi. Dari daftar isi itulah nantinya saya akan memfokuskan bahan bacaan saya. Saat membaca surbei ini saya lakukan saya ingin mengetahui secara garis besar tetntang buku yang say abaca. Apalagi jika waktu membaca sangat singkat, saya minimal telah mengetahui secara umum buku yang pernah say abaca. Jika diperlukan atau diinginkan sewaktu-waktu, saya akan lebih mudah menemukan atau membacanya kembali.
Langkah ke dua, yaitu question. Langkah ke dua ini saya gunakan untuk memberikan pemahaman awal terhadap becaan yang saya akan baca. Minimal dalam pertanyaan ini akan memandu saya sebagai rambu-rambu ketika membaca. Misalnya pertanyaan itu saya ajukan berdasarkn judul yang saya baca dengan menggunakan kata tanya mengapa dan bagaimana. Selain itu, bisa juga pertanyaan itu diajukan berdasarkan daftar isi sesuai dengan bacaan yag akan saya baca. Kadangkala pertanyaan ini akan saya catat untuk memudahkan bahan yang akan saya cari dalam bacaan. Selain itu, saya akan menuliskannya apa ke buku catatan atau kertas yang saya bawa, tetapi jika buku yang say abaca itu milik pribadi maka saya akan menggarisbawahi terlebih dahulu atau menandai dengan sabilo yang berwarna-warni. Setelah itu, saya akan memindahkannya ke dalam buku cacatan saya.
Langkah ke tiga, yaitu read. Saya akan membaca bacaan yang sudah saya tentukan di mana bacaan yang harus saya baca. Saya akan berusaha konsentrasi ketika membaca karena bacaan yang saya baca merupakan keinginan saya dan harus saya pahami. Selian itu, saya mencoba membaca dalam hati dengan gerakan mata tanpa gerakkan tangan dan tak bersuara. Hal tersebut tidak berjalan lama paling tidak lima belas menit berjalan rasa kantuk, bosan, malas, mata terasa lelah, dan jenuh menyelimutiku. Untuk mengatasi hal itu, saya mengatasinya dengan cara memilih waktu membaca yang baik seperti malam hari atau pagi hari, tempatnya nyaman, bersih, dan cahaya lampu yang terang. Selain itu, kadangkala saat membaca saya mendengarkan instrument klasik. Kadang-kadang saya juga mendengarkan lagu untuk menghilangkan kejenuhanku. Sesekali saya pun memandang ke luar jendela atau melihat ke yang berwarna hijau seperti taman atau halaman atau kadangkala layar monitor yang berwarna hijau. Saya juga sesekalai kadangkala melihat ke atas dengan sesekali mengucek-ngucek mata atau mengedip-ngedipkan mata. Kadangkala saya juga mengeleng-gelengkan kepala bahkan berdiri atau berjalan sejenak sambil menggerak-gerakkan badan dengan gerakan yang ringan. Setelah kondisi sudah kembali normal, saya melanjutkan membaca kembali sampai pada bacaan selesai saya baca.
Langkah ke empat, yaitu menceritakan kembali. Untuk menguji pemahaman terhadap bacaan yang saya baca, saya mencoba mengulangi dengan cara mengingat-ingat apakah yang saya baca dapat saya pahami dengan baik atau belum. Dengan sesekali saya menutup buku, saya mencoba mengingat apa yang saya baca. Jika ada yang terlupakan, saya melihat kembali tek/isi buku yang saya baca. Selain itu, kadangkala saya mencoba mengungkapkan kepada teman untuk dikoreksi atau ada masukkan terhadap bacaan yang saya baca. Jika memang ada yang kurang sesuai dengan isi bacaan, saya meminta teman untuk menambahkan dan memberikan masukkan pada bagian mana bacaan yang saya baca kurang dapat saya pahami dengan jalan berdiskusi. Selain itu, saya juga merumuskan dalam bentuk ringkasan, rangkuman, dan peta konsep terhadap isi bacaan yang saya baca.
Langkah ke lima, yaitu meninjau kembali. Pada bagian ini ketika bacaan di rasa sudah saya lakukan dengan baik, saya tidak lupa meninjau ulang kembali terhadaap bahan bacaan yang saya baca apalagi bacaan yang dibaca dibuat dalam bentuk tulisan. Tulisan yang saya buat saya baca kembali apakah sudah tepat, masih ada yang kurang, terlupakan, atau ada kesalahan dalam penulisan. Keterbatasan daya serap saya terhadap bahan bacaan yang saya baca, memungkinkan bagi saya untuk melakukan tahapan ini. Hal tersebut saya lakukan agar bacaan yang saya baca sudah betul-betul sesuai dengan yang diharapkan baik secara isi maupun pemahaman pembaca ada kesamaan dengan penulis.
Setelah kegiatan membaca dikakukan, saya melakukan kebiasaan-kebiasaan antara lain mengembalikan bahan bacaan yang saya baca pada tempatnya, menandai atau memberi pembatas pada bagian yang saya baca, dan merumuskan bahan bacaan dalam bentuk tulisan ilmiah. Kadangkala bahan bacaan yang saya baca tersebut saya dikusikan dengan teman untuk menambah pemahaman lebih dalam terhadap bahan bacaan yang saya baca. Atau mungkin kadangkala bahan yang saya baca masih ada yang belum saya baca berkenaan dengan hal itu sehingga saya pun mencoba mencari atau menggali informasi agar saya dapat membacanya atau mendapatkan buku baru tersebut.
Berbeda dari hal di atas, saya membaca buku nonilmiah seperti novel atau buku sastra lainnya. Apakah ini kebiasaan yang jelek atau yang baik bagi saya? Membaca demikian saya lakukan kadangkala lupa dengan waktu. Saya akan membaca buku tersebut sampai tuntas. Kadangkala istirahat hanya dilakukan saat makan dan salat saja. Kebiasaan jelek lainnya, saya kadangkala kalau belum mau tidur sering membaca novel atau bacaan-bacaan ringan sampai tertidur sehingga buku yang saya baca kadangkala sudah terlipat-lipat. Dalam membaca di sini hanya proses pemahaman saja yang saya lakukan. Kalau memang harus berhenti, saya memberi pembataas terlebih dahulu. Tidak berlangsung lama saya pun melanjutkan bacaan itu sampai tuntas. Saya pun tidak pernah menyiapkan alat tulis atau catatan sejenisnya. Saya membaca di sini sebagai kepuasan batin saja. Saya merasa hanyut, nyaman, asyik, dan penasaran sehingga tak satupun alur demi alur terlewatkan bagi saya dalam membaca.
Kondisi di atas mengalami perubahan akhir-akhir ini. Saya kadangkala asyik di depan laptop untuk membaca bahan-bahan bacaan yang ada di internet. Ketika minat membaca saya muncul, saya tinggal menuliskan frasa atau kata kunci saja dalam melacak informasi atau bacaan yang saya akan baca. Bahan bacaan tersebut baik berupa artikel, buku, maupun jurnal. Hal tersebut bisa diperoleh melalui laman-laman yang ada di internet, seperti google, e-book, avaxhome, google, yahoo, open directory, MSN, live, altavista, AOL, alltheweb, baidu, dan looksmart. Satu persatu bacaan itu saya baca, tetapi jika waktunya sangat singkat sedangkan bahan bacaannya masih banyak, saya akan menyimpannya ke dalam file yang ada di laptop saya. Data bahan bacaan yang telah disimpan tersebut akan saya butuhkan sewaktu-waktu. Selain bacaan-bacaan ilmiah, saya juga membaca berbagai informasi atau berita online yang ada di internet sebagai wawasan pengembangan ilmu saya, seperti Republika, Kompas, Rakyat Bengkulu, dan laman-laman lainnya. Untuk menguatkan terhadap bahan bacaan yang saya baca, saya sesekali membuka facebook atau YM untuk berkomunikasi dengan teman terhadap bahan bacaan yang saya baca. Namun, ketika kejenuhan datang saat membaca di internet ini, saya chating dengan teman-teman tentang topik-topik yang menarik atau sebagai penyegar pikiran sambil mendengarkan instrumen atau musik.
Membaca ilmiah maupun non ilmiah pada prinsipnya merupakan suatu kegiatan atau proses memahami informasi untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. Kedua hal tersebut memerlukan konsentrasi dengan cara dan strategi yang berbeda untuk melakukannya. Dalam pelaksanaan membacanya secara umum bahwa metode SQ3R bisa diterapkan dengan baik. Teknik dan strategi yang baik dengan membiasakaan pada hal-hal yang positif akan membawa kita pada pemahaman bacaan pada tingkat yang lebih tinggi.

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

Link ke posting ini:

Buat sebuah Link

<< Beranda